Bullying atau perundungan masih menjadi persoalan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, termasuk di jenjang sekolah dasar. Tindakan ini dapat berdampak buruk terhadap kondisi psikologis anak, mulai dari rasa takut, tidak percaya diri, hingga menurunnya semangat belajar. Menyadari pentingnya pencegahan sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram Tahun 2026 yang ditempatkan di Desa Mendana Raya mengadakan kegiatan sosialisasi bertema *"Stop Bullying di Sekolah"* kepada siswa-siswi SDN 1 Mendana Raya.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai apa itu bullying, penyebab, jenis, dampak, hingga cara mencegahnya, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Dalam sesi awal, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa bullying adalah perbuatan menyakiti, mengejek, mengancam, atau mengganggu teman yang dilakukan secara sengaja dan berulang kali. Perbuatan ini dapat membuat korban merasa sedih, takut, dan tidak nyaman berada di lingkungan sekolah.
Siswa juga diajak memahami sejumlah faktor yang dapat menyebabkan terjadinya bullying, di antaranya kurangnya kepedulian terhadap perasaan teman, sikap ikut-ikutan, keinginan untuk terlihat hebat atau berkuasa, serta kurangnya penghargaan terhadap perbedaan antarteman. Selanjutnya, materi juga membahas tiga jenis bullying yang umum terjadi, yaitu bullying fisik seperti memukul, menendang, atau mendorong; bullying verbal seperti mengejek, menghina, atau memberi julukan buruk; serta bullying sosial seperti mengucilkan atau tidak mengajak teman dalam suatu kegiatan.
Lebih lanjut, mahasiswa KKN memaparkan dampak yang ditimbulkan dari tindakan bullying, yaitu membuat korban merasa sedih, tidak percaya diri, tidak nyaman berada di sekolah, hingga kesulitan dalam belajar. Oleh karena itu, siswa diajak untuk saling menghargai dan menjaga satu sama lain. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda yang mungkin ditunjukkan oleh teman yang mengalami bullying, seperti menjadi lebih pendiam, sering menyendiri dan terlihat sedih, tidak mau pergi ke sekolah, serta nilai pelajaran yang mulai menurun. Pemahaman ini penting agar siswa dapat lebih peka dan segera melaporkan kepada guru apabila mendapati tanda-tanda tersebut pada teman mereka.
Sebagai upaya pencegahan, mahasiswa KKN menekankan bahwa bullying dapat dicegah dengan saling menghargai, peduli terhadap sesama, serta berani melaporkan tindakan yang tidak baik kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya. Materi juga menyoroti pentingnya peran guru dan orang tua dalam pencegahan bullying, di mana sekolah berperan membuat aturan dan menciptakan lingkungan yang aman, sementara orang tua berperan memberikan perhatian serta mengajarkan sikap saling menghargai kepada anak.
Sebagai penutup, mahasiswa KKN mengajak seluruh siswa untuk bersama-sama menciptakan sekolah yang aman melalui sikap saling menghormati, saling membantu, tidak mengejek teman, dan berteman dengan semua orang tanpa membeda-bedakan. Sikap saling menghargai antarteman diyakini dapat menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan menyenangkan, sehingga kegiatan belajar dapat berlangsung lebih nyaman.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN Universitas Mataram Tahun 2026 berharap siswa SDN 1 Mendana Raya dapat lebih memahami bahaya bullying dan berani berkata "tidak" terhadap segala bentuk perundungan, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.